Senin, 10 Juni 2013

Bentuk-Bentuk Utama Dalam Terapi : Terapi Supportive, Reeducative, Dan Reconstructive

Nama : Nur Patria Mudayati
Kelas : 3PA04
Npm : 15510140
 
Dibawah ini adalah bentuk-bentuk utama dalam terapi antara lain :
 
Terapi Supportive
Suatu bentuk terapi alternatif yang mempunyai tujuan untuk menolong pasien beradaptasi dengan baik terhadap suatu masalah yang dihadapi dan untuk mendapatkan suatu kenyamanan hidup terhadap gangguan psikisnya. Psikoterapi suportif (atau supresif atau non spesifik) Tujuan psikoterapi jenis ini ialah: 
  •   Menguatkan daya tahan mental yang dimilikinya
  • Mengembangkan mekanisme daya tahan mental yang baru dan yang lebih baik untuk mempertahankan fungsi pengontrolan diri.
  • Meningkatkan kemampuan adaptasi lingkungan
  • Mengevaluasi situasi kehidupan pasien saat ini, beserta kekuatan serta kelemahannya, untuk selanjutnya membantu pasien  melakukan perubahan realistik apa saja yang memungkinkan untuk dapat berfungsi lebih baik 
Penyembuhan psikoterapi supportif ini dapat menggunakan beberapa metode dan  teknik pendekatan, diantaranya:
  • Bimbingan (Guidance) 
  • Mengubah lingkungan (Environmental Manipulation)
  • Pengutaraan dan penyaluran arah minat  
Terapi Reeducative
Untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknya lebih banyak di alam sadar, dengan usaha berencana untuk menyesuaikan diri. Cara-cara psikoterapi reduktif antara lain :
  • Terapi hubungan antar manusi (relationship therapy)
  • Terapi sikap (attitude therapy)
  • Terapi wawancara ( interview therapy)
  • Analisan dan sinthesa yang distributif (terapi psikobiologik Adolf meyer)
Terapi Reconstuctive
Untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknaya dialam tak sadar, dengan usaha untuk mendapatkan perubahan yang luas daripada struktur kepribadian dan pengluasan pertumbuhan kepribadian dengan pengembangan potensi penyesuaian diri yang baru. Cara psikoterapi reconstructive : Psikoanalisa freud dan Psikoanalisa non freud psikoterapi yang berorientasi kepada psikoanalisa dengan cara :
  • asosiasi bebas 
  • analisis mimpi, 
  • hipoanalisa/sintesa, 
  • narkoterapi,

 

Senin, 06 Mei 2013

Perbedaan Antara Konseling Dan Psikoterapi

Menurut pendapat Corsini (1989) konseling dan psikoterapi bukan berbeda secara kualitatif tetapi perbedaannya pada tingkat kuantitatif. Dan menurut Corey (1988) Perbedaan Konseling dan Psikoterapi adalah :

Konseling :
  • Peningkatan kesadaran dan kemungkinan memilih
  • Berjangka waktu pendek
  • Lebih Difokuskan kepada masalah
  • Membantu individu untuk menyingkirkan hal-hal yang menghambat pertumbuhannya
  • Individu dibantu untuk menemukan sumber-sumber pribadi agar lebih bisa hidup lebih efektif

Psikoterapi :

  • Difokuskan pada proses-proses tak sadar
  • Berurusan dengan pengubahan struktur kepribadian
  • Mengarah lebih kepada pemahaman diri yang intensif tentang dinamika-dinamika yang bertanggung jawab atas terjadinya krisi-krisis kehidupan daripada hanya berurusan dengan usaha mengatasi krisis kehidupan tertentu. 

NAMA   : NUR PATRIA MUDAYATI
KELAS  : 3PA04
NPM      : 15510140

Senin, 25 Maret 2013

Pengertian Psikoterapi

Psikoterapi adalah suatu interaksi sistematis antara klien dan terapis yang menggunakan prinsip-psinsip psikologis untuk membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah laku, pikiran dan perasaan klien supaya membantu klien mengatasi tingkah laku abnormal dan memecahkan masalah-masalah dalam hidup atau berkembang sebagai seorang individu
 
Ciri-ciri dari defenisi mengenai psikoterapi ini, seperti penjelasan dibawah ini:
Interaksi Sistematis
Psikoterapi adalah suatu proses yang menggunakan suatu interaksi antara kline dan terapis. Kata sistematis di sini berarti terapis menyusun interaksi-interaksi dengan suatu rencana dan tujuan khusus yang menggambarkan segi pandangan teoritis terapis.
Prinsip-prinsip Psikologis
Psikoterapis menggunakan prinsip-prinsip penelitian, dan teori-teori psikologis serta menyusun interaksi.
Tingkah Laku, Pikiran dan Perasaan
Psikoterapi memusatkan perhatian untuk membantu pasien mengadakan perubahan-perubahan behavioral, kognitif dan emosional serta membantunya supaya menjalani kehidupan yang lebih penuh perasaan.
Sumber : http://www.psychologymania.com/2011/10/pengertian-psikoterapi.html
 
Nama : Nur Patria Mudayati
Kelas : 3PA04
Npm : 15510140

Minggu, 06 Januari 2013

Multikulturalisme

Nama : Nur Patria Mudayati
Kelas : 3PA04
Npm : 15510140


Multikulturalisme
 
 
Multikulturalisme adalah sebuah filosofi terkadang ditafsirkan sebagai ideologi yang menghendaki adanya persatuan dari berbagai kelompok kebudayaan dengan hak dan status sosial politik yang sama dalam masyarakat modern. Istilah multikultural juga sering digunakan untuk menggambarkan kesatuan berbagai etnis masyarakat yang berbeda dalam suatu negara.
 
Multikulturalisme berasal dari dua kata; multi (banyak/beragam) dan cultural (budaya atau kebudayaan), yang secara etimologi berarti keberagaman budaya. Budaya yang mesti dipahami, adalah bukan budaya dalam arti sempit, melainkan mesti dipahami sebagai semua dialektika manusia terhadap kehidupannya. Dialektika ini akan melahirkan banyak wajah, seperti sejarah, pemikiran, budaya verbal, bahasa dan lain-lain.

Kosep tentang mutikulturalisme, sebagaimana konsep ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan yang tidak bebas nilai (value free), tidak luput dari pengayaan maupun penyesuaian ketika dikaji untuk diterapkan. Demikian pula ketika konsep ini masuk ke Indonesia, yang dikenal dengan sosok keberagamannya.
 
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Multikulturalisme